GET INSPIRED TO WRITE A GOOD STORY

05

Semua orang mampu bercerita, contohnya saat menceritakan ulang kejadian yang pernah kita alami, itu merupakan contoh bahwa kita semua adalah pendongeng alami. Namun kalau untuk menuliskan sebuah cerita yang bagus, mungkin kita akan bingung caranya, meskipun kita memiliki imajinasi yang tinggi dan ide luar biasa bagusnya. Untuk menulis cerita yang bagus, Kita harus mendapatkan inspirasi, mengembangkan konten cerita, dan kemudian merevisi cerita, sehingga sampai pada sebuah penulisan cerita terbaik yang bisa kita lakukan. Berikut adalah berapa tahap yang bisa kita lakukan dalam menulis sebuah cerita yang baik.

Get Inspired

1. Paying Attention to The World. Perhatikan sekeliling ruang lingkup kita, jadilah pendengar yang baik, dengarkan suara-suara yang ada dalam kehidupan nyata kita. Dapatkan inspirasi dari sana kalau kita mau menjadi penulis yang baik. Kita tidak pernah tahu, hal sekecil apa pun itu yang ada disekeliling kita, bisa berdampak sejauh apa pada inspirasi kita nantinya. Tentunya dengan berlatih dalam mengamati suara-suara kehidupan disekeliling kita, akan membuat kita terbiasa dan mudah dalam menentukan subyek cerita yang ingin kita angkat, yang bagus untuk kita tulis dalam sebuah cerita. Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengumpulkan rincian yang mungkin akan membawa kita dalam sebuah cerita:

  • Tonton berita di televisi, dengan demikian kita akan mendapatkan berita atau pun wawasan yang lebih, diluar dugaan kita atau pun yang pernah kita dengar. Misalnya kita akan mendengar berita unik seperti seorang anak yang bertahan hidup sendirian selama sebulan dalam sebuah bencana alam, atau seorang ibu yang melahirkan anak kembar lima yang sehat-sehat. Hal tersebut akan membuat kita memiliki proporsi ide dalam membentuk sebuah cerita pendek.
  • Perhatikan tipikal karakter orang yang unik atau menarik untuk kita. Misalnya tetangga kita adalah seorang Oma yang tiap hari nyetir mobil karena sang Opa yang suka jalan-jalan, atau saat Oma bercerita kalau Opa itu rewel ingin selalu jajan makanan diluar rumah. Cobalah kita pikirkan kehidupan batin mereka dan apakah akan menjadi sebuah cerita yang bagus nantinya.
  • Perhatikan sekeliling kita, coba luwangkan waktu ditaman dekat rumah kita, amati dan lihatlah apa yang dapat kita temukan disana. Mungkin kita akan melihat bola kaki berwarna jingga, atau layang-layang yang tergantung di sebuah pohon mangga. Bagaimana benda tersebut bisa berada disana?
  • Dengarkan ketika orang lain sedang berbicara. Hanya beberapa kalimat dari ucapannya saja dapat mendatangkan inspirasi untuk kita menulis satu buah cerita tersendiri. Mungkin kita akan mendengar orang tersebut bercerita “Kakak saya selalu mengucilkan karya yang saya buat, namun saya pernah menjuarai sebuah lomba menggambar saat kami berdua sebagai pesertanya” atau “Keluarga saya tidak ada yang perduli dengan apa yang saya lakukan, padahal saya selalu perhatian kepada mereka”. Apakah itu cukup untuk memulai sebuah cerita? Ya, tentu saja cukup!

2. “What if”, Scenario. Kita juga bisa berandai-andai untuk menulis sebuah cerita, selain perhatian kita terhadap hal di sekeliling kita yang dapat menjadi inspirasi kita tersebut diatas. Misalnya saat kita mendengar atau melihat sebuah kejadian yang ada, cobalah untuk membayangkan “Bagaimana jika kejadiannya begini?” atau “Apa yang akan dia lakukan andaikan kejadiannya seperti ini?”. Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengumpulkan rincian yang mungkin akan membawa kita dalam sebuah cerita:

  • Kita tidak harus mengetahui akhir dari cerita yang kita buat. Bahkan tidak mengetahui segalanya sebelum kita memulai akan mengarahkan kita untuk mengekplorasi kemungkinan-kemungkinan yang ada dengan lebih kreatif lagi dan akan membuat cerita kita lebih kuat.
  • Dengan kita berandai-andai akan membuat cerita dengan praktis dan lebih fantastis. Misalnya kita bisa menanyakan pada diri kita sendiri, “Bagaimana jika kucing anak saya mulai berbicara pada saya?” atau, “Bagaimana jika kucing saya menculik tetangga yang sering mengusirnya dari pekarangannya?”.

3. Our Experiences. Kita dapat terinspirasi oleh pengalaman kita sendiri. Banyak cerita yang sangat otobiografi atau non-fiksi, namun jika kita menulis berdasarkan pengalaman kita atau orang yang kita kenal, dan mengembangkannya dengan hayalan baru akan menjadikan cerita tersebut sebuah tingkat cerita fiksi yang menarik. Terlebih saat kita tidak punya ide untuk menulis sebuah cerita.

  • Banyak yang bilang, “akan lebih baik kalau menulis cerita sebaiknya berdasarkan apa yang kita alami”, misalnya jika kita lahir dan besar disebuah kota, dan menghabiskan waktu kita untuk menjadi seorang seniman, kita harus menulis cerita berdasarkan pengalaman tersebut, daripada menebak bagaimana jika kita berada disituasi yang belum pernah kita alami sama sekali.
  • Beberapa penulis juga ada yang berkata “tulislah apa yang tidak kita ketahui, dari apa yang kita ketahui”. Maksudnya kita harus memulai dari sesuatu yang familiar dengan kita dan mengeksplorasi apa yang tidak kita ketahui disana yang membuat kita penasaran.
  • Jika kita terlalu nyaman dengan menulis cerita yang sebenarnya terjadi, maka kita akan kehilangan kreatifitas kita sebagai penulis. Misalnya, mungkin saat kita kecil kita punya teman yang sangat akrab, kemudian berpisah namun tak ada kenangan manis, atau saat kita memuja seorang Albert Einstein karena kecerdasannya dan selalu membayangkan apa yang terjadi pada kehidupannya. Eksplorasilah hal tersebut dan buatlah ceritanya.

4. The Story we Heard. Kita harus selalu jeli terhadap cerita yang diceritakan orang, karena mungkin saja akan menjadi cerita fiksi yang menarik. Jika orang tua kita atau nenek menceritakan masa kecil mereka, mulailah menulis tentang hal tersebut. Cobalah membayangkan apa yang bagaimana rasanya tumbuh dalam perbedaan waktu yang ada, dan mulailah menulis kemungkinan-kemungkinan yang ada. Jangan putus asa karena kita tidak mengetahui banyak tentang jaman mereka, kita selalu bisa melakukan penelitian yang kita butuhkan dalam menulis sebuah cerita.

  • Perhatikan saat teman kita berkata, “Kamu pasti gak akan percaya apa yang saya alami kemarin”. Kita bisa memulai sebuah cerita dari perkataan teman kita tersebut.
  • Sebuah cerita bisa berasal dari luar dugaan kita, misalnya saat mendengarkan seorang tokoh yang menceritakan masa kecilnya dengan singkat. Diluar dugaan, kita mungkin akan tertarik seperti apa kehidupannya lebih dalam lagi.
  • Bila kita menggunakan pengalaman orang sebagai cerita, mungkin sebaiknya kita meminta izin terlebih dahulu kepadanya, atau nyatakan cerita kita berdasarkan mereka, bahwa kita mengangkatnya sebagai sebuah cerita yang akan kita buat dengan perkembangan fiksi dan lain-lainya yang mungkin kita tuliskan dalam cerita tersebut. Jangan sampai kita di cap sebagai pencuri cerita.

5. Setting Location. Sebuah ide cerita bisa berasal dari lokasi kita berada. Kita tidak perlu harus berada pada sebuah lokasi yang sempurna, seperti misalnya sedang berada di sebuah pantai yang sangat indah atau pun dari sebuah kota yang modern. Justru kita bisa mendapatkan ide cerita dari yang ada di depan mata kita, atau hal yang sederhana. Misalnya saat kita berlibur bersama keluarga, bayangkan kebahagiaan yang ada saat itu, saat kita kecil dulu, ingat saat kita bersama teman berusaha melakukan hal yang dilarang oleh pihak sekolah, seperti bolos sekolah dan lainnya, bayangkan kejadian saat itu yang menarik bagi kita saat itu.

  • Menulis cerita pada sebuah lokasi, akan membawa kita untuk mengembangkan karakter dan konflik yang sangat menarik.

6. Writing Exercise. Latihan menulis cerita dapat membantu untuk membangun kreatifitas kita, temukan inspirasi dari lokasi yang tak memungkinkan, dan paksakan diri untuk menulis disaat tidak ada ide sekalipun. Kita dapat memulainya setiap hari dalam 10-15 menit, sampai kita terbawa dalam cerita tersebut, atau bahkan selama satu jam berdasarkan waktu yang ada untuk latihan, walaupun kita tidak dalam mood untuk menulis cerita. Berikut beberapa cara untuk memulai latihan menulis cerita:

  • Mulailah dari pembukaan kata seperti: “Saya belum pernah mengatakan hal ini pada siapa pun sebelumnya.”
  • Lihat gambar sebuah gudang tua. Kemudian cobalah deskripsikan dari sudut pandang seorang pembunuh. Lakukan sekali lagi namun dari sudut pandang seorang perempuan yang baru kehilangan ibunya. Lihatlah bagaimana karakter mereka dapat mempengaruhi pikiran kita dalam melihat dunia.
  • Tulislah 10-15 menit tanpa berhenti. Jangan berhenti atau melihat kembali apa yang kita tuliskan sampai tulisan kita selesai.
  • Pilihlah orang yang paling kamu benci. Cobalah buat cerita dari sudut pandang orang tersebut. Cobalah buat sebisa mungkin pembaca menjadi simpati kepada orang tersebut.
  • Biarkan karakter membuat kejutan pada kita. Tulislah tentang karakter yang kita kenal baik, dan biarkan karakter tersebut membawa kita dalam menulis cerita. Lihatlah kemana kita akan dibawanya.
  • Percakapan. Buatlah dua karakter yang sedang berargumen dengan topik sederhana, misalnya siapa yang akan buang sampah, dan siapa yang akan bayar nonton bioskop. Perjelaslah bahwa percakapan ini akan menjadi serius, seperti siapa yang akan mengakhiri hubungan mereka, dan siapa yang selalu memberi atau banyak berkorban tanpa mendapatkan balasan setimpal. Cobalah biarkan dialog yang melakukan semua penjelasan cerita.
  • Bahasa tubuh. Tulislah 500 kata yang mendiskripsikan dua karakter yang sedang duduk berdampingan. Tnpa menggunakan dialog, biarkan pembaca melihat bagaimana perasaan kedua karakter tersebut terhadap satu sama lainnya.

7. Reading Stories. Jika kita mau menjadi penulis cerita, sebisa mungkin kita harus banyak membaca cerita-cerita yang ada. Baik itu cerita klasik atau pun kontemporer, dan cobalah jadikan cerita-cerita tersebut menjadi inspirasi kita dalam menulis cerita kita sendiri.

Begitulah kira-kira manfaat dari inspirasi yang akan mengembangkan penulisan cerita kita menjadi lebih baik lagi. Selamat mencoba.

Reference : The 3 A.M. Epiphany – Brian Kiteley

4 thoughts on “GET INSPIRED TO WRITE A GOOD STORY

  1. Princess
    July 8, 2014 at 11:32 pm

    Terimakasih, sangat membantu sekali

  2. Nina
    December 11, 2014 at 11:40 am

    Menarik untuk dicoba :)

  3. Refugia
    December 25, 2014 at 4:09 am

    Awesome content you post here!

  4. Jean Gaves
    May 26, 2015 at 7:36 am

    Great wordpress blog here.. It’s hard to find quality writing like yours these days. I really appreciate people like you! take care

Leave a Reply to Princess Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *