THE PROCESS OF MAKING ANIMATION

Animasi membutuhkan sebuah perencanaan yang harus matang dan ketat, sebelum pencil menyentuh kertas. Lain halnya dengan film live-action, dimana sutradara bisa banyak mengambil adegan yang sama dan memilih yang terbaik hasilnya. Namun dalam sebuah produksi animasi, animator bisa menghabiskan lebih dari seminggu untuk membuatnya.

Oleh karena itu, perencanaan yang tidak matang bisa mengakibatkan meledaknya biaya produksi. Ekstensifitas waktu sangatlah diperlukan dalam pra-produksi, sehingga waktu yang ada dan sumber daya tidaklah sia-sia selama jalannya produksi. Hal ini juga akan memudahkan pada saat pengerjaan editing jauh lebih ringan daripada yang diperlukan dalam sebuah film live-action.

Berikut adalah penjelasan singkat dalam perkembangan dan proses pembuatan animasi pada awal 1908, sampai dengan ditemukannya teknologi komputer yang menunjang animasi mengubah sebagian besar cara dalam produksi dan editing dalam industri animasi.

Pre-Production:

Story Development. Animasi dimulai dengan sebuah cerita yang dibayangkan oleh penulis, mereka memulai dari konsep (beberapa paragraf pendek yang menceritakan inti cerita) dan kemudian membuat garis besar cerita (story outline) yang menggambarkan keseluruhan adegan utama menjadi cerita yang tersusun. Setelah disetujui oleh editor dan produser, garis besar cerita dikembangkan menjadi skrip (script), yang mendeskripsikan adegan, dialog, sudut kamera, dll. Perbedaan yang paling menonjol di skrip animasi dengan skrip normal adalah dibutuhkan perhatian yang besar terhadap setiap detil sudut kamera, dan urutan cerita. Penulis harus menjelaskan detil segala sesuatu yang akan direkam pada setiap sudut kamera.

Story Boarding. Selanjutnya, skrip masuk ke artis storyboard yang menggambarkan gambar kasar tentang bagaimana setiap adegan terlihat. Lalu storyboard tersebut akan mempermudah sutradara untuk melihat jika ada hal yang membingungkan, seperti terlalu banyak atau sedikit sudut kameranya, atau fokus pada berbagai karakter yang ada. Jika diperlukan maka storyboard dapat dirubah dan disusun ulang urutan adegan oleh director dan scene planner untuk meningkatkan alur cerita animasinya. Hal ini akan lebih menghemat waktu dan biaya.

Tugas seorang director adalah menyetujui cerita, storyboard dan menerangkan serta memastikan semua team animasi dapat mengerti apa yang seharusnya mereka akan lakukan. Diantaranya para layout artists, background artists , animators, animation checkers, painters, dan editors.

Voice Recording. Sementara storyboard sedang diproses, para artis pengisi suara bisa mulai merekam suaranya. Hal ini lebih baik dilakukan terlebih dahulu sebelum proses animasi dimulai, atau bisa juga dengan menggunakan rough voice over untuk menjadi panduan para animator terhadap proses animasi seperti berapa banyak persepuluh detik yang diperlukan untuk kata-kata diucapkan, karakter berhenti bicara, mulai, teriak, tertawa, melolong dll. Proses ini sekarang dapat dilakukan dengan teknologi digital yaitu track reader, yang mempermudah proses produksi animasi. Sementara kalau dilakukan manual untuk pengerjaan animasi 30 menit bisa memakan waktu sampai 2 hari.

Layout. Sementara proses rekaman suara berjalan,proses storyboard bisa mencapai persetujuan. Setelah storyboard disetujui, lalu masuk ke layout artist bersama direktor untuk segera diproses rancangan lokasi dan kostumnya. Kemudian mereka memilah scene, yang mana menunjukan berbagai karakter akan digerakan nantinya. Pada umumnya ada sekitar 300 adegan dalam animasi 30 menit dan layout artist dapat mengerjakan sekitar 3 adegan sehari tergantung kemampuannya. Mereka juga bertanggung jawab untuk membuat lembaran model (model sheet). Model sheet adalah pengelompokan beberapa gambar yang menggambarkan ekspresi, sikap, dan gerakan karakter. Lembar ini sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan pada tiap karakter animasi yang ada, ketika harus dikerjakan oleh beberapa animator yang berbeda. Model sheet harus dibuat untuk setiap karakter dan lokasi.

Sebenarnya proses perekaman suara dan layout dapat masuk dalam produksi atau pra-produksi.

Production :

Produksi terdiri dari pembuatan background, sketching, inking dan pewarnaan (painting) pada animasi, dan menyatukan background dan gambar gerak dalam film animasi (compose final).

Background. Background dibuat sebelum karakter di animasikan, sehingga karakter dapat bereaksi secara alami terhadap apa yang ada di sekelilingnya yaitu gambar background tersebut. Background artist mendapat petunjuk dari layout artist untuk menciptakan sebuah suasana lingkungan (environments) yang akan nantinya diisi oleh karakter didalamnya. Background dibuat dengan pewarnaan yang berbeda dengan karakter, agar karakter tidak menghilang dalam backgroundnya. Background juga dibuat dengan beberapa layer, seperti bangunan, jalanan, pohon dll, agar karakter nantinya bisa bergerak di belakang atau depan layer yang ada, sehingga penonton bisa lebih merasakan kedalaman dan lebih realistis.

Drawing the Animation. Ada dua bagian animator, yaitu Key Animator dan in-betweeners. Key animator hanya mengambarkan bagian terpenting saja (key) dan yang paling perlu digambarkan, seperti kunci pergerakan karakter, personality dan ekspresi karakter. Mereka menggambarkan skets dasar sequence diatas kertas khusus yang memiliki lubang-lubang untuk pegangan kertas tersebut diatas meja gambar khusus animasi yang ada lampunya (tracing table), sehingga animator dapat menggambar sambil melihat halaman-halaman yg terkait satu sama lain tanpa adanya pergeseran kertas. Pada in-betweener, animator bekerja dengan gambar key animator tersebut dan mengisi pergerakan gambar dari key ke key yang ada. Misalkan untuk 10 frame key animator, dapat digambarkan 1,3,6 dan 10, sementara in-betweener harus menggambar 2,4,5,7,8 dan 9 nya. Ketika animasi lengkap digambar, lalu di traced dan cleaned, sehingga garis pada gambar bersih.

Animator dapat menggambar antara 20 dan 70 sehari tergantung kecepatan animatornya. Jadi animasi 30 menit yang memiliki 43,200 frame, jika dikerjakan seorang akan menghabiskan waktu sekitar 960 hari.

Checking the Animation and Inking. Setelah checker memastikan animasi sudah halus sesuai standard, jaman dulu gambar harus di foto copy pada lembaran plastik celluloid, baru diwarnai dengan kuas halus. Proses ini sekarang sudah dapat digantikan dengan teknologi yang ada, jadi bisa langsung di scan untuk diwarnai pada komputer. Meninjau teknologi lebih jauh, dari proses Layout, Key, in-between juga sudah dapat dilakukan dengan alat gambar digital cintiq, sehingga lebih menghemat waktu karena dapat meminimalkan kesalahan dengan lebih cepat proses revisinya juga ramah lingkungan dengan tidak menghabiskan banyak kertas untuk menggambar.

Painting. Selanjutnya painting, merupakan proses pewarnaan pada karakter pada setiap framenya setelah turun dari proses in-between yang biasanya pada tahap ini digabung dengan tahap scanning sebelumnya dan compose gerak sesudahnya. Compose gerak yaitu menggerakan gambar menjadi sebuah animasi yang sudah menyesuaikan time sheet yang ada pada tiap cut nya. Jaman dulu ada proses Photographing yang diterapkan oleh Disney, yaitu sebuah proses penggabungan antara background dan karakter dengan difoto setiap framenya, sehingga menjadi satu kesatuan animasi. Sekarang proses sudah dilakukan dengan digital untuk hal tersebut, dan lebih menghemat waktu dan kesalahan.

Compose Final. Sebuah proses penggabungan antara background dengan karakter yang sudah bergerak, disinilah brief pada storyboard sangat dibutuhkan kedetilannya, karena sangat menentukan hasil penggabungan tersebut, baik dari arah sudut kamera, environments dan cinematography yang sesuai arahan, sampai dengan efek CGI, untuk menambah hasil yang lebih baik lagi dari gambar animasinya.

Post Production :

Meliputi editing dan audio post, dua bagian ini adalah bagian terakhir dari sebuah proses produksi animasi yang sangat memegang peranan penting untuk hasil akhir.

Editing. Adalah post yang tugasnya adalah menyatukan cut per cut compose animasi menjadi kesatuan cerita yang sesuai dengan storyboard, durasi atau nafas pada cerita yang akan menjadikan animasi lebih baik lagi, juga bila diperlukan perubahan yang masih dapat dilakukan dalam editing yang dapat menambah emosional dari cerita seperti nafas adegan-adegan yang ada tidak tampak kaku dan dapat memperkuat dari alur cerita animasinya.

Audio Post. Adalah bagian yang penting untuk hasil akhir dari sebuah animasi, setelah editing menghasilkan picture lock, barulah proses audio dimulai, dengan menambahkan efek suara, voice over, poly, scoring, mixing yang termasuk dalam bagian audio post, yang pastinya dapat menambah emosional dari cerita animasinya yang bisa lebih menghidupkan animasinya dari sisi suara.

3 thoughts on “THE PROCESS OF MAKING ANIMATION

  1. Danian
    October 25, 2013 at 9:06 am

    Kereeenn…, thanks bwt infonya

  2. January 1, 2016 at 3:45 am

    blog yang cukup menarik, dan themes yang sangat seo frendly. salam hangat http://www.marinirseo.web.id Pembicara Internet Marketing

  3. Bernard
    October 16, 2016 at 8:53 am

    Terimakasih infonya ya

Leave a Reply to Pembicara Internet Marketing Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *